KEPALA SEKOLAH DICOPOT KARENA MENOLAK VENDOR 'TERTENTU' | Wahana Terkini

Wahana TV

Kamis, 24 Sep 2026 14:00 WIB

Wahana TV | KEPALA SEKOLAH DICOPOT KARENA MENOLAK VENDOR 'TERTENTU'
Pencopotan lima kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tebingtinggi mendadak jadi sorotan. Pasalnya, langkah ini terjadi di tengah berjalannya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 bernilai Rp2,44 miliar dari APBN.
Para kepala sekolah menduga pencopotan ini berkaitan erat dengan penolakan mereka untuk memakai vendor tertentu yang diduga telah diarahkan.
Kelima kepala sekolah yang dicopot adalah:
Elisa Lubis, S.Pd (SDN 163094) — Anggaran: Rp460 juta.
Tety Suryani, S.Pd (SDN 163095) — Anggaran: Rp531 juta.
Novi Rambe, S.Pd, M.Pd (SDN 163087) — Anggaran: Rp597 juta.
Riski Kurniawan, S.Pd (SDN 163084) — Anggaran: Rp540 juta.
Reni, S.Pd (SDN 166321) — Anggaran: Rp311 juta.
Elisa Lubis menjelaskan bahwa ia sengaja menolak arahan tersebut karena berpegang pada petunjuk teknis. Sesuai aturan pemerintah pusat, dana APBN untuk revitalisasi sekolah wajib dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah sendiri, bukan diserahkan ke vendor.
"Waktu itu saya dipanggil, saya diarahkan ke salah satu vendor, namun saya menolak karena mengikuti aturan yang tertulis bahwa dana revitalisasi ini dilaksanakan dengan mekanisme swakelola," ungkap Elisa, Sabtu (19/9/2026).
Sementara itu, Novi Rambe mengungkapkan sempat diminta untuk "loyal kepada pimpinan" dan dipertanyakan posisinya jika tidak.
"Saya disuruh loyal ke pimpinan dan ditanya masih mau jadi Kepsek lagi atau tidak," kata Novi.
Tety Suryani juga mempertanyakan nasib proyek di sekolahnya yang padahal sudah berjalan 70 persen, terutama soal pertanggungjawaban anggarannya.
Masalah ini menyita perhatian publik karena menyangkut uang negara. Jika pencopotan terjadi karena penolakan vendor, timbul pertanyaan besar mengenai siapa yang mengarahkan dan apa tujuannya. Sebaliknya, jika pencopotan murni karena alasan kinerja atau administrasi, Pemko Tebingtinggi dan Dinas Pendidikan diminta memberikan penjelasan secara terbuka.
Tidak terima dengan keputusan tersebut, kelima kepala sekolah menyatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.




#wahanatv #wahananews #newsupdate #news #newshorts #newsheadlines #newslive #newsupdates #news24 #beritahariini #beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #berita #beritaupdate #beritapolitik #beritaterbaru #viral #viralnews #viralreels #viralvideo #viralshorts #viralvideos #viral_video #wahananews #wahanatv #edukasikonsumen #shortvideo #shortsvideo

Tag:

Hukum. Wahanatv Wahananews Newsupdate NEWS Newshorts Newsheadlines Newslive Newsupdates News24 Beritahariini Beritaterbaru Beritaterkini Beritaviral Berita Beritaupdate Beritapolitik Beritaterbaru Viral Viralnews Viralreels Viralvideo Viralshorts Viralvideos Viral_video Wahananews Wahanatv Edukasikonsumen Shortvideo Shortsvideo Pendidikan Prabowosubianto Prabowo Breaking_news Breaking Breakingnews Edukasikonsumen Wahanatv Wahananews Viral_video Viralshorts Viralvideo Viralreels Viralnews Viral Beritapolitik Beritaupdate Berita Beritaviral Beritaterkini Beritaterbaru Beritahariini News24 Newsheadlines Newstoday Newgadgets Newstatus Newvideo NEW Newshorts NEWS Newsupdate Wahana News Wahana Tv
Video Lainnya