Wahana TV | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap indikasi permainan harga beras fortifikasi yang diduga merugikan masyarakat. Berdasarkan hasil pengawasan Badan Pangan Nasional di DKI Jakarta pada Juni 2026 terhadap 15 merek beras fortifikasi, hanya 3 merek yang memenuhi standar, sementara 12 merek lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat dengan harga jual berkisar Rp17.580 hingga Rp42.500 per kilogram.
Mentan Amran menjelaskan, beras fortifikasi seharusnya memenuhi standar SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025, termasuk kandungan zat gizi dan rasio pencampuran kernel fortifikan. Namun, harga rata-rata beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat justru mencapai Rp22.665 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian konsumen hingga Rp71,9 triliun per tahun.
Mentan Amran juga mengungkap kajian yang menunjukkan tambahan biaya produksi beras fortifikasi hanya sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram, sehingga harga jual yang mencapai puluhan ribu rupiah dinilai jauh melampaui harga wajarnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Pertanian akan mengumumkan nama-nama produsen beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat serta mencabut izin usahanya. Mentan Amran menegaskan praktik yang merugikan petani dan konsumen harus ditindak tegas, serta mengajak masyarakat melaporkan setiap indikasi permainan harga dan penimbunan beras.
#LawanMafiaBeras #BerasFortifikasi #KementerianPertanian
#wahanatv #wahananews #newsupdate #news #newshorts #newsheadlines #newslive #newsupdates #news24 #beritahariini #beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #berita #beritaupdate #beritapolitik #beritaterbaru #viral #viralnews #viralreels #viralvideo #viralshorts #viralvideos #viral_video #wahananews #wahanatv #edukasikonsumen #shortvideo #shortsvideo
Mentan Amran Ungkap Indikasi Mafia Mainkan Harga Beras Fortifikasi, Dijual Tidak Sesuai Standar Wa
Wahana TV
Jumat, 31 Jul 2026 13:00 WIB
Tag: