Airlangga & Bahlil : Subsidi untuk Solar Khusus Nelayan 30GT+ Tak Gunakan Dana APBN | Wahana Terkini

Wahana TV

Rabu, 15 Jul 2026 14:45 WIB

Wahana TV | Subsidi untuk program solar khusus nelayan seharga Rp15 ribu per liter dipastikan tidak menggunakan dana APBN. Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Senin 13 Juli 2026.
Menurut dia, pemerintah akan memanfaatkan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mensubsidi program tersebut. Kebijakan itu diputuskan pada rapat bidang ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Bahlil menambahkan hal itu dapat membantu menekan biaya operasional nelayan tanpa membebani keuangan negara. “Subsidi untuk program itu dari BPDPKS, artinya non-APBN,” ujarnya.

Bahlil mengatakan harga solar nonsubsidi saat ini berada pada kisaran Rp18.600 per liter. Melalui skema tersebut, nelayan nantinya dapat memperoleh solar dengan harga Rp15.000 per liter.
Menurut dia, Kementerian ESDM akan segera menerbitkan regulasi sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah tersebut. Aturan itu akan menjadi dasar pelaksanaan program agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bahlil menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait distribusi program tersebut. Hal itu dilakukan agar penyaluran BBM khusus nelayan berlangsung tepat sasaran dan akuntabel.
“Kami akan meminta titik-titiknya ditentukan dan dikoordinasikan dengan Menteri Perikanan dan Kelautan,” ujarnya. “Ini agar jangan sampai niat baik pemerintah untuk membantu nelayan kemudian disalahgunakan.”
Bahlil juga menegaskan akan menjaga implementasi program ini bisa dilaksanakan dengan baik. Menurut dia, pengawasan distribusi merupakan hal penting untuk mencegah kebocoran serta memastikan manfaat diterima nelayan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyetujui penetapan harga khusus bahan bakar solar sebesar Rp15 ribu per liter untuk nelayan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk kapal perikanan berukuran 30 gross ton (GT) hingga 200 GT.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyampaikan harga BBM solar nonsubsidi sempat melonjak hingga Rp21.300 per liter. “Karena itu, nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan dan disepakati Rp15 ribu per liter,” ujarnya.
Airlangga menjelaskan kebijakan tersebut diberikan untuk menjaga keberlanjutan usaha sektor perikanan nasional. “Pemerintah menilai kelompok nelayan pengguna kapal menengah membutuhkan dukungan agar biaya operasional tetap terkendali,” ucapnya.

#wahanatv #wahananews #newsupdate #news #newshorts #newsheadlines #newslive #newsupdates #news24 #beritahariini #beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #berita #beritaupdate #beritapolitik #beritaterbaru #viral #viralnews #viralreels #viralvideo #viralshorts #viralvideos #viral_video #wahananews #wahanatv #edukasikonsumen #shortvideo #shortsvideo

Tag:

Ucapnya. Wahanatv Wahananews Newsupdate NEWS Newshorts Newsheadlines Newslive Newsupdates News24 Beritahariini Beritaterbaru Beritaterkini Beritaviral Berita Beritaupdate Beritapolitik Beritaterbaru Viral Viralnews Viralreels Viralvideo Viralshorts Viralvideos Viral_video Wahananews Wahanatv Edukasikonsumen Shortvideo Shortsvideo Breaking_news Breaking Breakingnews Edukasikonsumen Wahanatv Wahananews Viral_video Viralshorts Viralvideo Viralreels Viralnews Viral Beritapolitik Beritaupdate Berita Beritaviral Beritaterkini Beritaterbaru Beritahariini News24 Newsheadlines Newstoday Newgadgets Newstatus Newvideo NEW Newshorts NEWS Newsupdate Wahana News Wahana Tv
Video Lainnya